Tak bisa tidur. Mungkin tepatnya tak mau tidur. Sudah terlanjur terbiasa dengan terjaga pada malam hari. Walaupun hari ini hampir habis, aku masih pada kesadaranku. Tak menentu apa yang dipikirkan. Mungkin terlalu banyak. Atau mungkin malah tidak ada yang terpikirkan? Aku kasihan padamu tubuhku. Aku kasihan padamu mataku. Aku juga kasihan padamu pikiranku. Masih harus membantuku agar tetap terjaga. Tidak ada visi dan misi untuk hal yang satu ini. Bukan seperti organisasi yang bertebaran diluar sana. Hanya egoisme diri semata. Hanya memenuhi hawa nafsu saja. Malam ini pun terasa sedikit lebih pekat. Sepi. Kalong pun malas kurasa untuk keluar mencari makan. Yasudah, kucoba saja menjadwal aktivitas besok atau lusa. Memikirkan cara untuk kembali berinteraksi dengan sesama jenis manusia diluar sana. Dibalik pintu. Menunggu. Menunggu. Dan menunggu. Ah sebentar! Aku ingin bersosialisasi terlebih dahulu. Dengan manusia dari dunia maya. Walaupun hanya interaksi searah. Sebab aku hanya berkomentar disini, didalam pikiranku. Tak perlu lah kuutarakan isinya. Toh akan hilang dengan sendirinya karena tertutup pikiran baru lainnya. Membuka semua media sosial pada handphone. Membunuh waktu. Sambil mencari-cari posisi tidur yang enak. Kuharap mataku akan semakin sayu, kemudian terlelap. Tetapi, belum saat ini. Oh iya, aku juga lapar. Namun malas rasanya untuk mengambil makan. Kunikmati saja rasa lapar ini. Sekali-kali jangan manja, perut! Semakin kurasakan semuanya dalam berjalannya waktu. Semakin aku merasa hidup. Berpikir. Mengeluh. Bergerak. Berkedip. Bernapas. Aku mulai merasakan denyut nadi yang melewati pergelangan tanganku. Super cool! Aku hidup! Aku diciptakan! Sungguh suatu nikmat. Nikmat yang diberikan oleh suatu Dzat Yang Maha Esa. Terima kasih kepada-Mu. Memori malam ini akan kusimpan pada laci meja disudut pikiran ini.
13.08.2016
2:48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar