Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 Agustus 2016

knock knock story

Knock!
Knock!
Who's there?
It'me!
Who you?
Me!
Who!?
Just open this door!

    Lucu ya. Kadang kita harus, mau gak mau, buka "pintu" duluan ke orang kita belum tau siapa. Hanya untuk mengetahui identitas seseorang itu. Agar dapat terjalinnya suatu koneksi antar manusia. Baik dalam jangka panjang atau jangka sekedar satu sampai 2 menit. Karena tidak semua orang dapat dengan gamblang menyebarkan identitasnya dengan orang yang baru dia kenal. Kemungkinan lain, orang tersebut memang tidak ingin mempromosikan "mukanya" kepada khalayak ramai. Sangat berkebalikan dengan pesan orang tua kepada anaknya. Umumnya para orang tua sering berkata, " nak, kalo ada orang gak dikenal jangan dibukain pintu ya..". Ah sudahlah, aku sudah cukup dewasa kiranya untuk masalah ini. Aku dapat memilih dan memilah kepada siapa saja aku mengetuk pintu dan tidak.
    Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat. Begitu yang Cinta nyanyikan diatas panggung sandiwara. Tengiang saja sajak itu di otakku. Tidak lupa pun dengan nada nyanyiannya. Rangga mati. Tak jelas dikubur dimana. Memori otak ini juga tak ingin menyimpan ingatan tentang Rangga. Drama romantika masa lalu memang sangat lekat, ya. Tiap-tiap insan manusia memiliki ceritanya sendiri. Unik. Sungguh luar biasa skenario ciptaan-Nya. Tak luput dalam cerita barang sehelai daun jatuh. Begitu detil. Begitu artistik. Hanya sayangnya kita masih sombong. Barang 1-2 kali dipuji membuat cerita, congkak sudah. Memalukan kiranya.

    Ada kata-kata dasyat yang ku dengar dari teman yang tidak sengaja melihat bagian belakang mobil pick up. Kurang lebih seperti ini kata-katanya : "Tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Dan contoh paling sempurna yang hakiki adalah saya."

I. A.
24.8.2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar